Waspada!!! Upaya Penyelundup NARKOBA akan “membeli” hukum

Hotma Dihinta Siregar, Ketua LSM-LIM

Jakarta (14-02-2019) – Otoritasnews.com,
Narkoba merupakan ancaman terbesar buat bangsa terutama ini menyasar pada generasi muda, dimana generasi ini merupakan penerus bangsa, kalau generasi ini dirusak narkoba niscaya bangsa kita akan mengalami kehancuran yang luar biasa dahsyat, oleh karena nya pemerintah terus memerangi Narkoba ini, namun demikian masyarakat tidak boleh diam saja, pemerintah cq. BNN dan semua penegak hukum terus berupaya memberangus peredaran barang haram ini, sebagai elemen masyarakat yang tergabung dalam LSM-LIM tidak tinggal diam dengan bahaya yang ditimbulkan akibat narkoba ini, LSM-LIM dalam hal narkoba mengambil peran penting dalam upaya turut memerangi narkoba.

Hotma Dihinta Siregar, Ketua LSM-LIM

LSM-LIM mensinyalir adanya upaya-upaya para pelaku bisnis haram ini yang akan mengelabui penegak hukum yaitu dengan uangnya yang berlimpah terus berusaha mendekati dan bahkan merangkul penguasa, LSM-LIM tidak tinggal diam, sebagai contoh adanya upaya hukum PK dari pelaku Penyeludup narkoba yang saat ini mendekam pada lapas Tangerang, upaya PK ini dilayangkan agar hukuman yang saat ini dijalani mendapat keringanan dan bahkan kebebasan, sementara para pelaku bisnis barang haram ini pun saat ini “patut diduga” masih menjalankan bisnis haramnya dari balik jeruji, karuan saja uang pun terus mengalir dan sangat berlimpah, dengan uang haram nya yang berlimpah itu ada “indikasi” mereka mencoba akan membeli hukum, semoga penegak hukum kita tidak Tergoda.

Wawancara awak media kami dengan Hotma ketua LSM-LIM pada akhir tahun 2018 dan telah ditayangkan beritanya oleh Otoritasnews.com, pada kesempatan lain Hotma menghubungi awak media kami untuk diajak membahas persoalan narkoba ini, bahwa LSM-LIM berencana mengadakan seminar nasional tentang bahaya narkoba, dari perbincangan tersebut Hotma menegaskan kembali upaya pelaku narkoba bahkan jaringan internasional sedang bermain mata di Republik ini, sebagai contoh para Penyeludup yang masih mendekam di lapas Tangerang, dengan uang nya mereka sedang bermain “akan” membeli hukum dengan mengajukan PK.

“Seperti kasus penyeludupan Narkoba yang dilakukan oleh warga Negara asing yang bekerja di Indonesia, yaitu kasus pengiriman sabu sabu seberat 2,31 kg yang di kemas dalam bentuk berupa 3 pipa yang di dalamnya ada plastic plastic ukuran kurang lebih 10 cm, berbentuk bulat (titik) dan satu dus kecil yang dikirimkan dari Hongkong melalui jasa Pengiriman DHL-kelapa Gading., Rencana penyeludupan ini dilakukan oleh HOKIN SAM alias SAMHO dan YAP THEAM PHENG alias FRANKIE dibantu oleh Endang Sulistiawati Handayani (Lies), yang bertindak sebagai penerima paket tersebut. Namun dapat digagalkan oleh pihak kepolisian, dan pelakunya dinyatakan terbukti bersalah diputuskan untuk menjalani pidana hukuman kurungan di Lapas Tangerang.

Hukuman kurungan bagi Bandar narkoba seperti SAMHO dan YTP yang diputuskan hakim, sebenarnya masih terlalu ringan mengingat mereka adalah warga Negara asing, seharusnya hakim memutuskan HUKUMAN MATI untuk mereka.. mengingat bahaya yang merusak generasi penerus bangsa ini yang dirusak karna narkoba seperti ini, Hukuman pidana Penjara tidak akan memberikan efek jera bagi mereka dan dapat membuat pelaku lainnya dari luar negri akan terus memasukkan barang haram itu ke negri tercinta ini.. sehingga .. kita akan kebanjiran narkoba terutama jenis sabu sabu dari Luar negri.

Dan Ironis nya.. mereka dengan kuasa uang yang dimilikinya berusaha untuk melakukan upaya hokum untuk membuat ringan hukuman bahkan meminta bebas, dengan berusaha terus mencari celah hokum dengan merekayasa cerita, dan upaya “Menyuap” aparat hokum Negara kita, baik di tingkat Pengadilan dan jajaran lainnya, mereka berfikir bahwa dengan uang mereka bisa atasi semuanya.”

Pada saat ini HOKIN SAM (SAMHO) Cs, yang sedang mendekam di LAPAS Tangerang sedang berupaya dengan berbagai cara, termasuk melakukan PENINJAUAN KEMBALI (PK) ke MA, untuk mendapatkan kebebasan, atau paling tidak mendapatkan keringanan hukuman yang seringan ringannya.. dan menurut sumber yang didapat mereka sedang melakukan upaya Loby dengan Hakim MA, dan akan berusaha mempengaruhi putusan PK yang mereka ajukan dengan uang yang mereka miliki.

H.D. Siregar Ketua LSM – LEMBAGA INFORMASI MASYARAKAT (LIM), ketika dimintai pendapat tentang adanya upaya dari Terpidana SAMHO yang di indikasikan akan melakukan upaya tidak terpuji untuk melakukan loby untuk mempengaruhi hakim dalam keputusan PK nya berpendapat : “Bahwa upaya yang mereka lakukan itu adalah perbuatan Laknat dan tercela karna dapat merusak jatidiri para Hakim di Negara Kita, dan sangat merendahkan citra Mahkamah Agung. Dan Upaya mereka ini adalah melecehkan atau merendahkan citra Lembaga konstitusi peradilan di Negri kita, yang mereka fikir dapat mudah di beli dengan uang mereka… Dan untuk ini kami dari LSM-LIM akan mengawal dengan ketat Upaya Hukum PK yang mereka lakukan, jangan sampai ternodai.. dan Keadilan hokum kita “Terbeli”..
Kami sebagai LSM yang perduli tentang bangsa ini, akan mengawal terus pengajuan PK mereka yaitu yang di ajukan oleh YAP THEAM PHENG alias FRENKIE dengan perkara pidana nomor 1750/pid.sus/2015/pn.tng jo nomor 41/pid/2016/pn.btn jo nomor 1582k/pid.sus/2016 jo nomor 03pk/pid/2018/pn.tng Serta yang di ajukan oleh terpidana HOKIN SAM (SAMHO) dengan perkara pidana nomor. 1751/pid.sus/2015/pn.tng jo nomor 42/pid/2016/pt.btn jo nomor 1580k/pid.sus/2016 dan jo nomor 04pk/pid/2018/pn.tng.

Perkara yang sudah diputus oleh Pengadilan sebelumnya sudah merupakan keputusan yang tepat dan seadil adilnya, walaupun kami sebenarnya masih kurang puas karna seharusnya mereka di vonis Hukuman Mati. Dan jika mereka mau ajukan PK dengan bukti baru sangat janggal menurut kami, karna sudah tentu isi bukti yang dimaksud patut di duga pasti penuh dengan rekayasa, tapi kami yakin bahwa Hakim MA akan cermat untuk itu. Dan akan menolak PK yang mereka ajukan, demikian dikatakan oleh H.D. Siregar ketua LSM-LIM. **red

Tags:

Tinggalkan Balasan