Tekan Inflasi, Setdako Tanjungpinang Kumpulkan Instansi Terkait

Berita, Regional 0

Otoritasnews.com, Kepri – Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, mengadakan rapat koordinasi TPID membahas upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi, terutama memasuki musim utara dan bulan wisata pada Oktober 2017 mendatang, Sabtu (16/09/2017).

“Melalui rapat ini kita bisa menyusun langkah-langkah dalam pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Kota Tanjungpinang,” kata Ketua TPID dan juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Kota Tanjungppinang, Drs Riono MSI, di ruang Rapat Lantai II Kantor Walikota Tanjungpinang, Senggarang.

Rapat tersebut langsung dipimpin Riono dan juga diikuti Staf Ahli, Kepolisian, Bea Cukai, BPS, BI, BPS, Bulog, Akademisi serta jajaran OPD terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dalam rapat ini kata Riono, meminta kerjasamanya kepada semua yang hadir, untuk mengatasi inflasi.

” Kerjasama yang sudah terjalin segera tindak lanjuti untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Karena jika stok sejumlah komoditas berkurang maka inflasi akan terjadi dan harga barang naik, hal ini tentu berdampak pada masyarakat. Untuk itu, kita harus berkerjasama mengantisipasi hal-hal tersebut, lakukan pengecekan dan pengawasan ke sejumlah distibutor untuk memastikan persedian pangan di Kota ini cukup,” katanya dalam rapat tersebut.

Selain itu, Riono juga minta supaya tanaman hidroponik tetap berjalan di masyarakat.

“Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) dapat mengintruksikan setiap kelurahan untuk menanam sayuran, misalnya setiap satu Kelurahan ada yang tanam tomat,  cabe, kangkung, dan lainnya,” ucapnya.

Sementara Perwakilan Bulog Sudirman mengatakan, untuk masalah beras bulog, stok beras untuk wilayah Kota Tanjungpinang aman hingga Februari 2018 mendatang.

“Persedian beras premium di gudang kita saat ini sebanyak 1000 ton, stok ini cukup untuk enam bulan kedepan,” tegasnya.

Bahkan kata Sudirman, dalam waktu dekat ini akan masuk minyak goreng dan bawang putih ke gudang bulog.

“Masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan di Rumah Pangan Kita (RPK), harga yang dijual pun sesuai harga bulog. Saat ini lembaga dan masyarakat yang bergabung pada program bulog sudah mencapai 80 RPK,” ucapnya.

Kemudian dari data yang tercatat di BPS, inflasi Kota Tanjungpinang di bulan Agustus sebesar 0,20 (mtm) atau 2,87 persen (yoy), inflasi ini lebih rendah dibandingkan inflasi sebelumnya sebesar 0,41 persen (mtm) atau 2,94 % (mtm).

“Adapun kelompok volatile food penyumbang inflasi di bulan Agustus, seperti bawang merah, ikan tongkol, ikan selar, ikan kembung, cabe merah, telur ayam, ikan kembung, susu kental manis, susu bubuk, bayam, daun bawang, wortel, tomat, kacang panjang, dan minyak goreng,” ucapnya.

Sedangkan kelompok inti inflasi 0,41 persen (mtm), melambat dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,47% (mtm).

“Sumbangan terbesar inflasi dari komoditas tarif pulsa ponsel, perhiasan emas dan rokok kretek,” katanya.

Untuk antisipasi kenaikan cabe merah dan sayuran, sambung dia, TPID akan menyusun langkah mencari alternatif pasokan, kesiapan BUMD intervensi pasokan, mendorong masyarakat tetap giat memelihara hidroponok di halaman, serta pemanfaatan lahan kosong untuk menanam cabe dan sayuran.

Disamping itu, kolaborasi dan kerjasama dalam kegiatan pengendalian inflasi bersama satgas pangan semakin ditingkatkann serta pelaksanaan operasi pasar yang melibatkan bulog dan BUMD. (AFRIZAL).

Tags:

Leave a Reply