Sekda Kota Pekanbaru, H.M.Noer, MBS,Dukung Masyarakat Membuat Laporan Terkait Dugaan Perampasan Tanah

(Keterangan gambar : H.M.Noer,MBS. Sekda Kota Pekanbaru Baju Kaos Abu-abu)

PEKANBARU,otoritasnews.com-Dugaan perampasan tanah badan jalan umum yang terletak di jalan Karya Bakti RT.002-003/RW.003, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru-Riau, berbuntut panjang.

Pasalnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, H.M.Noer, MBS, meminta masyarakat untuk membuat surat pengaduan ke pemerintah Kota Pekanbaru atas permasalahan yang dihadapi terkait dugaan perampasan tanah yang diperuntukkan jalan umum bagi masyarakat umum tanpa terkecuali.

“Saya sarankan masyarakat untuk mengadukan ke pemerintah Kota Pekanbaru dan tembusannya ke saya masalah ini. Begitu kita terima pengaduan masyarakat secara tertulis, akan kita panggil camatnya biar cepat kelar” Kata M.Noer kepada awak media, Selasa (01/01/2019) malam sekira pukul. 21.30 Wib.

Perwakilan masyarakat komplek perumahan Villa Karya Bakti, Fernando, menanggapi saran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, H.M.Noer, MBS, mengucapkan terimakasihnya atas atensinya pemerintah dalam menanggapi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Namun, kita akan bahas bersama warga lainnya setelah saya pulang dari singapure. Kata Fernando melalui selulernya.

Sebelumnya, pemerintah kota pekanbaru melalui kelurahan air hitam dan kecamatan telah mengeluarkan surat keterangan ganti rugi (SKGR) atas tanah bada jalan umum seluas 3 meter X 175 meter pada tahun 2016/2017 lalu menjadi hak milik pribadi.

Pertanyaannya adalah kepada siapakah dibayar ganti rugi tersebut oleh oknum pengembang perumahan? Sementara tuan jalan tersebut adalah pemerintah. Dimana tanah yang di rubah fungsi itu diperuntukkan sebagai jalam umum bagi masyarakat umum tanpa terkecuali sesuai peta surat SHM yang diliki masyarakat setempat.

Informasi yang beredar, adanya uang hasil jual-beli tanah badan jalan itu diduga dibagi bagikan kesejumlah oknum pejabat pemerintah dan warga yang diduga dikomandoi oleh oknum ketua RW setempat. Namun, informasi itu belum diketahui pasti.

Sedangkan ketua RW setempat dihadapan para peserta rapat yang diselenggarakan di aula pertemuan kantor lurah air hitam, membantah isu yang beredar.

“Demi Alloh saya tidak ada menerima sepeserpun uang dari pengembang untuk menerbitkan SKGR tanah milik umum tersebut” Katanya saat memimpin pertemuan itu.

Semetara , para lurah dan camat serta ketua LPM dan warga diluar komplek perumahan yang diduga terlibat menandatangani surat pernyataan diam saja.

Camat Payung Sekaki “Zarman Candra, S.STP”, yang turut hadir dalam rapat klarifikasi itu, mengatakan, jika dirinya hanya menerima berkas dari bawahannya, dan bukan duduk manis seperti diberitakan media www.harianberantas.co.id. Tapi jika sudah acc/ok dari bawah seperti RT,RW dan lurah, camat hanya menyetujui saja. Katanya kepada awak media, Selasa (02/01/2019).

Kemudian, lurah air hitam, Indragama, mengatakan, setelah pertemuan / rapat permintaan klarifikasi ini kita lakukan, akan diadakan mediasi kembali dengan mengundang warga yang keberatan dan pihak pengembang perumahan berinisial BD, untuk diselesaikan.

Sementara perwakilan warga, Antoni Halim, menegaskan jika mereka warga Villa Karya Bakti Housing, tetap bertahan pada tuntutannya dan meminta jalan yang sudah di SKGR-Kan oleh pemerintah di kembalikan seperti semula sehingga warga dari berbagai penjuru dunia dikemudian hari. Tegasnya. (Tim)

Tags:

Leave a Reply