Redakan Konflik Tambang, Kapolres dan Bupati Lumajang Damaikan Warga

Nasional 0

Lumajang, Otoritasnews.com – Wilayah Lumajang termasuk daerah penghasil pasir dengan kualitas terbaik, hal ini bersumber dari aktivitas gunung Semeru yang tak pernah berhenti mengeluarkan mineral tanah yang tidak akan habis untuk dieksploitasi.

Sudah barang tentu dari ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) inilah yang dapat mendorong perekonomian warga Lumajang.

Desa Jugosari menjadi lokasi tambang pasir berharga tersebut memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat.

Menurut Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban dampak dari kegiatan (tambang) berimbas pada pertumbuhan ekonomi warga, namun di sisi lain hal ini menimbulkan kerugian bagi warga lain.

Maka timbullah dua kubu yang pro (petambang) dan menolak (warga terdampak).

“Ada sekitar 1000 warga yang menggantungkan hidupnya pada tambang, tapi ada juga warga yang dirugikan. Seperti, debu, macet, rawan laka dan rusaknya jalan. Nah ada dua kubu di sini,” kata AKBP Arsal Sahban di Lumajang, Kamis (6/12/2018).

Arsal mengungkapkan, konflik horizontal antara warga desa beberapa kali terjadi. Setidaknya Ada 5 desa yang terdampak baik secara positif maupun negatif yaitu Desa Jugosari, Kalibendo, Sudimoro, Uranggantung dan Sumberwuluh.

“Tercatat dalam 1 bulan terakhir terjadi 4 kali konflik. mulai dari penutupan jalan desa oleh warga Uranggantung, penutupan jalan desa oleh warga sudimoro, konflik antar warga yang minta jalan yang di tutup agar di buka kembali dan yang terakhir terjadi pembalasan dari warga Yugosari dengan melakukan penutupan akses jalan menuju tambang agar warga sudimoro dan Uranggantung tidak bisa menikmati hasil tambang di desa mereka,” ungkapnya.

Demi menyelesaikan konflik tersebut, AKBP Arsal bersama Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML mengumpulkan warga dari semua desa tersebut guna mencari jalan penyelesaian terbaik, Kamis (6/12/2018) bertempat di Pendopo Kabupaten Lumajang.

Arsal mengapresiasi langkah cepat Bupati dalam mengambil tindakan penyelesaian konflik.

“Betul saya setuju sekali dengan keputusan bapak Bupati karena cepat mengambil keputusan dalam membuat tata kelola pertambangan pasir. Kami harap dengan cara ini tidak terjadi konflik horizontal antar warga akibat kegiatan pertambangan Sumber Daya Alam yg seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkas Arsal.

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML memaparkan bahwa ada desa yang mendapat keuntungan dari pertambangan, namun juga ada warga yang merasa dirugikan. Untuk itu ia akan langsung turun tangan melakukan tata kelola yang baik agar konflik dapat dihindarkan.

“Dalam kesempatan ini saya selaku Bupati akan melakukan tata kelola pertambangan pasir yang berkeadilan yaitu dengan membatasi jumlah alat berat yang digunakan agar semakin banyak tenaga kerja lokal yang terserap, membatasi waktu pergerakan armada truk yaitu jam 7.30 sampai 17.00 wib, dan dalam 1 bulan akan kami buatkan jalur alternatif khusus angkutan tambang, sehingga tidak melewati jalan padat penduduk” tegas Bupati. (Yori)

Tags:

Leave a Reply