Polsek Pademangan Ungkap Kebenaran Dibalik Video yang Viral tentang Pengambilan Organ Dalam Manusia yang Viral di Medsos

Hukum&Kriminal 0

 

Otoritasnews – Kepala Kepolisian Sektor Pademangan Kompol Julianty SH, MH memastikan bahwa video yang sempat viral di media sosial tentang adanya dugaan percobaan pembunuhan untuk mengambil organ dalam tubuh manusia di toiled WTC Mangga Dua adalah kabar bohong alias hoax. Pihak kepolisian pun berhasil mengungkap kejadian sebenarnya dibalik video yang sempat viral tersebut.

“Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Hoax,” ujar Kapolsek Pademangan Kompol Julianty yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP I Made Oka, Sabtu (16-03-2019) di Mapolsek Pademangan pada Sabtu (16-03-2019).

Kapolsek Pademangan menjelasakan, dari hasil penyenyelidikan dan pemeriksaan yang mereka lakukan. Persolan tersebut adalah terkait masalah cinta segita antara pelaku inisial SJ dan korban inisial SDE. Dimana pelaku SJ cemburu dengan korban SDE yang tidak lain adalah suami SDE merupakan teman spesial pelaku SJ.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, karena ceburu tersebut, pelaku nekat melakukan aksi membekap korban pada hari Jumat 15 aret 2019. Kemudian sekira pukul 16:30 WIB petugas pengamanan WTC Mangga Dua mengamankan pelaku SJ yang dididuga telah membekap korban inisial SDE dengan menggunakan handuk kecil warna putih di toilet lantai LG Gedung WTC Mangga Dua.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Pademangan Jakarta Utara dibawah pimpinann Iptu Asaman Hadi mendatangi kantor keamanan WTC Mangga Dua. Pada saat tiba dilokasi kantor Security Mangga Dua, menerima serahan berupa seorang perempuan mengaku inisial SJ yang diduga telah membekap SDE ditoiet Lantai LG WTC Mangga Dua.

“Dari hasil introgasi terhadap dua terduga orang tersebut. Pelaku SJ melakukan hal tersebut karena atas dasar cemburu kepada SDE, mengingat pelaku SJ memliki hubungan spesial dengan suami korban berinisal (S) yang merupakan pacar pelaku sejak duduk di sekolah SMA di Bangka Belitung,” terang Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, terkait persolan tersebut, pihak kepolisian Polsek Pademangan Jakarta Utara telah mengimbau kepada korban SDE sebanyak 4 kali untuk membuat laporkan polisi, agar pelaku dapat diproses sebagai sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun korban SDE tidak ingin membuat laporan polisi dengan alasan telah memliki 5 prang anak hasil perkawaninan dengan suami korban inisial S yang memiliki hubungan sepesial dengan pelaku SJ.

“Korban tiak mau mebuat laporan polisi maka persitiwa tersebut diselesaikan dengan secara kekeluargaan. Dengan dibuatkan surat pernyataan yang dibuat pelaku SJ dan ditandatangai ddiatas matarai Rp.6 ribu.

Sementara itu terkait sejumlah barang bukti yang ditemukan didalam tas korban berupa sebuah suntik dan sebilah pisau. Korban mengaku bahwa alat suntik dan pisau tersebut ia gunakan selama ini untuk merawat kecantikan dirinya. Bukan untuk mengambil organ dalam lalu untuk dijual sebagaimana video yang viral dimedia sosial dikabarkan pencari organ dalam manusia.

 

Tags:

Tinggalkan Balasan