Pil PCC Ancam Generasi Muda, Pekat IB Minta Seluruh Aparat Bersinergi

Hukum&Kriminal 0

Otoritasnews.com, Kepulauan Riau – Dewan Pimpinan Wilayah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Provinsi Kepulauan Riau, meminta aparat penegak hukum diwilayah Provinsi Kepulauan Riau untuk membangun Sinergitas yang baik dalam memberangus peredaran markoba, maupun obat-obat sejenisnya yang dapat mengancan generasi muda.

“Tidak boleh ada ego antara seluruh unsur aparat dinegeri ini. Negara kita sedang dijajah oleh kekuatan asing saat ini. Apalagi baru-baru ini pil Caffeine dan Carisoprodol (PCC) telah menelan korban di Kendari, Sulawesi Utara,” ungkapnya Edison AA Sutanto, Ketua DPW Pekat-IB Kepri.

Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, sebagai pintu gerbang masuknya barang haram itu perlu diberikan perhatian serius bagi penyelenggara direpublik ini.

“Betapa kita dikejtukan beberapa waktu lalu, anak-anak yang merupakan aset bangsa ini menjadi korban dari PCC, dan aksi celat dari pihak kepolisian juga menangkap serbuk yang akan dijadikan bahan pil pcc tersebut,” terangnya.

Edison melanjutkan, semua pihak harus bisa membangun kerja sama yang baik dalam memberantas peredaran narkoba dan barang-barang sejenisnya, mengingat Kepri merupakan salah satu pintu Gerbang masuknya barang barang harap tersebut.

“Polri, BNN, TNI, beserta kelompok masyarakat yang ada harus bisa membangun kerja sama yang baik,tanpa kerja sama yang baik, maka mustahil kita bisa memberabtas persoalan ini. Kerja sama bukan hanya sekedar ucapan, tapi harus dibuktikan dengan aksi nyata,” imbuhnya.

Dengan kerja sama yang baik, maka informasi peredaran Narkoba dan PCC dengan bebas,  dapat kita ungkap secara bersama-sama.

“Saya berharap kerja sama juga harus dibangun. Mulai dari Kelompok LSM,  Ormas maupun  Perguruan Tinggi yang ada Provinsi Kepri ini,” harapnya.

Sebelumnya, pada Jumat (15 /09/2017), jajaran Kepolisian Polres Bintan berhasil membongkar upaya penyelundupan serbuk narkoba yang menyerupai narkoba jenis Flakka sebanyak 12 ton.

Barang haram yang hendak dibawa ke Jakarta itu masuk melalui Batam tujuan Bintan dengan tujuan akhir ke Jakarta.

Dari hasil tes Laboraturium Forensi Polda Sumut di Medan, serbuk itu mengandung tiga zat, yakni Dekstrometorfan, Triheksifenidil dan Carisoprodol (kandungan zat pada Flajka).

Rencananya serbuk itu akan dijadikan untuk obat Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol (PCC).

“Jadi serbuk itu untuk buat obat PCC.Efek obat ini bila digunakan berlebihan menimbulkan gangguan kepribadian dan berperilaku seperti zombie. Percis yang terjadi baru-baru ini di Kota Kendari,” kata Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto, dalam konferensi pers. (Suaib)

Tags:

Leave a Reply