PCNU Kota Bekasi Kecam Pencatutan Logo NU dalam Poster Kampanye Cagub Jabar Nomor Urut 3

Berita, Headline, Nasional 0

BEKASI – PCNU Kota Bekasi bereaksi keras terkait beredarnya poster di medsos pasangan calon gubernur Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat – Ahmad syaikhu yang mencantumkan logo Nahdlatul, yang berisi undangan kampanye terbuka pada Minggu, (29/4/2018) di Lapangan Multiguna Bekasi Timur Kota Bekasi.

PCNU Kota Bekasi dalam rilisnya mengklarifikasi terkait poster pencatutan logo Nahdlatul ulama, Ketua PCNU Kota Bekasi.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Dr KH Zamakhsyari A Majid,MA dan sejumlah pengurus PCNU Kota Bekasi menyatakan beberapa hal.

1. Nahdlatul ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan tidak terlibat dan tidak melibatkan diri dalam politik praktis, pada pemilihan umum kepala daerah tahun 2018 dan tidak memberikan dukungan atas Pasangan calon manapun (Netral).

Karena nama simbol dan lambang organisasi Nahdlatul Ulama, dilarang untuk dipergunakan bagi kepentingan kepentingan praktis pemilihan kepala daerah Pemilukada siapapun.

2. PCNU Kota Bekasi tidak pernah memberikan izin atau pemasangan logo Nahdlatul Ulama pada poster undangan kampanye terbuka pada Minggu, (29/4/2018) di lapangan multiguna Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Karenanya PCNU Kota Bekasi sangat keberatan dan protes keras atas dicantumkannya logo Nahdlatul Ulama pada poster kampanye tersebut.

3. PCNU meminta kepada pihak-pihak terkait Untuk menghentikan penyebaran poster atau media informasi lainnya yang mencantumkan logo Nahdlatul Ulama pada kampanye Pemilukada tersebut.

Dalam hal politik kekuasaan, merupakan sebuah pelanggaran jika membawa NU sebagai alat untuk mencapai kursi kekuasaan.

KH.Zamakhsyari mengatakan, warga NU wajib berpolitik tapi jangan bawa NU. Sebagai warga negara, Nahdliyin, tentu punya Hak politik maka, terlibat dalam politik praktis dan kekuasaan, tidak menjadi persoalan. Yang jadi permasalahan jika keterlibatan Inu dalam politik dijadikan sebagai stimulus untuk mempermudah mendapatkan suara.

“Silahkan datangi NU, NU tidak pernah menolak kedatangan siapapun salah kepada para ulama jangan sampai su,ul adab,” tutur KH Zamakhsyari.

Tags:

Leave a Reply