Naik 8,03 Persen UMP DKI 2019 Jadi Rp 3,9 Juta

Jakarta, Otoritasnews.com Pemprov DKI Jakarta memutuskan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta 2019 naik sebesar 8,03 persen menjadi Rp 3.940.973,06. Hal ini telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 dimana perhitungan UMP adalah didasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“UMP DKI Jakarta 2019 sesuai Pergub 114 Tahun 2018 sebesar Rp 3.940.973,06,” ungkap Plh Gubernur DKI Jakarta Saefullah di Gedung Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/11).

Besaran nilai ini jelas tidak sesuai dengan keinginan serikat pekerja atau buruh yang menginginkan kenaikan sebesar 16 persen atau sekitar Rp 4.373.820,02. Namun demikian Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa program yang dapat menekan pengeluaran buruh. Diantaranya program kartu pekerja yang meringankan pengeluaran buruh dalam hal transportasi dan kebutuhan pokok, KJP untuk anak pekerja serta DP 0 persen untuk perumahan.

Menurut Saefullah, hal ini akan meringankan biaya buruh yang bekerja di Jakarta dan atau yang bertempat tinggal di DKI. Apalagi sekitar 35 persen dari 60 nilai KHL adalah biaya untuk transportasi dan sewa rumah.

“Kartu pekerja akan kita gratiskan bila

yang bersangkutan naik TransJakarta di 13 koridor sekaligus sebagai member Jakgrosir. Kemudian program penyediaan pangan dengan biaya murah serta bantuan operasional pendidikan atau KJP plus bagi putra-putrinya,” paparnya.

Ketetapan ini mulai berlaku mulai 1 Januari 2019 mendatang. Dia menilai ini adalah keputusan final yang menguntungkan baik bagi buruh maupun pengusaha.

“Teman-teman pekerja akan difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta berupa kartu pekerja. Nanti pada waktunya dengan tmbahan manfaat,” jelasnya. (Kumparan)

Leave a Reply