Masyarakat dan Mahasiswa di Aceh Demo Tolak Keberadaan PT EMM

Berita, Nasional 0

Otoritasnews.com Bombana-22/04/2019, Lhokseumawe, Sekitar 2 Minggu yang lalu Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat aceh demonstrasi besar-besaran di kota Radja Banda Aceh, terkait penolakan terhadap PT EMM di Beutong, Nagan raya yang dilakukan oleh elemen masyarakat Aceh khususnya mahasiswa/i, pada Selasa-Kamis (9-11 April 2019) di depan Gedung Gubernur Aceh.

Aksi itu dimulai, karena Masyarakat Aceh tidak mau kejadian di Papua dengan PT Freeport nya terulang kembali di Aceh dengan PTEMM tersebut.

Namun sangat disayang kan, melihat dan mendengar beberapa statement Oknum rektor Unsyiah yang dinilai
mendiskreditkan aksi tersebut.
Pernyataan Rektor Unsyah Tersebut telah beredar di beberapa media.

Dia bahkan mengaku memiliki sejumlah bukti dan informasi yang mensponsori kegiatan tersebut.
“Saya punya bukti dan informasi tentang hal ini,” Kata Rektor di Banda Aceh, Kamis, 18 April 2019, kepada media.

Menyikapi penyataan sang rektor, segenap aktivis Mahasiswa Yang tergabung dalam “Pita Merah aktivis”
Universitas Malikussaleh Lhokseumawe mengecam pernyataan Oknum Rektor Unsyah Tersebut.
Mereka menegaskan setingkat prof. Harus memfilter setiap argumen yang ingin disampaikan.

“Disini kami tegaskan bahwa seharusnya setingkat profesor dapat memfilterisasi setiap argumentasi nya,
apakah itu akan menyakiti hati rakyat, apakah itu mempunyai bukti yang valid dan kongkrit, Atau mungkin
rektor Unsyiah yang telah ditunggangi untuk meredam massa mahasiswa yang begitu besar ?” , Tegas Muhammad Fadli, Aktivis dan juga merupakan Gubernur Mahasiswa Hukum Universitas Malikussaleh.
Sabtu (20/04/2019).

Pihaknya menambahkan bahwasanya setelah di analisa, ternyata pemberian izin PT EMM tersebut telah
melanggar beberapa prosedur, seperti UU Pemerintahan Aceh misalnya.
“dalam UU No 11 tahun 2006 tentang UUPA di dalam pasal 156 dinyatakan, Pemerintah Aceh dan
Pemerintah kabupaten/kota, mengelola sumberdaya alam di Aceh baik didarat maupun dilaut wilayah Aceh
sesuai dengan kewenangannya.

Sumber daya alam tersebut dirinci lebih lanjut pada ayat 3, meliputi: bidang
pertambangan yang terdiri atas pertambangan mineral, batu bara, panas bumi, bidang kehutanan, pertanian, perikanan, dan kelautan dan hal terrsebut dapat disimpulkan bahwa IUP PT Emas Mineral Murni (EMM) yang
dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Nomor 66/1/IUP/PMA/2017
tertanggal 19 Desember 2017 Karna 2 poin utama tersebut pemberian izin untuk PT. EMM berpotensi
melanggar hukum dan cacat prosedur formil dan materil” tegas Fadli.

Hal senada juga disampaikan Oleh Presiden Mahasiswa Universitas Malikussaleh, mereka meminta Rektor
Unsyah meminta maaf dan mencabut pernyataan nya tersebut.

“Kami para mahasiswa/i meminta prof Samsul untuk mencabut pernyataan nya di beberapa media bahwa
mahasiswa di tunggangi dalam aksi tersebut, Atau kami akan melakukan langkah-langkah konkrit lainnya
seperti menempuh jalur hukum Karna itu merupakan fitnah yang sangat menyakiti kami mahasiswa/i yang
berjuang” pungkas Royhan, Aktivis pita Merah/Presiden Mahasiswa Unimal.

Tanggapi kekesalan mahasiswa dan pernyataan Oknum Rektor Unsyah, WALHI Aceh tekankan pernyataan
Rektor tidak berdasar.

“Itu Murni dari aksi mahasiswa dan tidak ada ditunggangi, dan kita bantah itu, Bahwa apa yang disampaikan
rektor itu tidak berdasar” ucap Nasir, dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Saat
dihubungi via Telepon seluler, Sekira Pukul 15.00 WIB.

Harapannya, Pihak Rektor UNSYAH, jangan memperkeruh Suasana.
“Harapan kita agar Rektor jgn memperkeruh suasana, Karena kemarin saat aksi ,PLT gubernur Aceh telah
memberikan respon positif” tutur Nasir, mewakili WALHI Aceh.

Hingga press realist ini di terima dari kontributor lapangan melalui pesan WhatsApp kepala biro
otoritasnews.com kab. bombana, (Hajar, SE-red), aksi protes mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat, masih akan terus berlanjut.

Jurnalist : Hajar, SE

Tags:

Tinggalkan Balasan