Kompol Ahrie Sonata Dinilai Membuat Bangga Polri Karena Ini

Jakarta – Institusi Polri patut berbangga hati sebab salah satu perwira menengahnya, Kompol Ahrie Sonta meraih gelar doktoral Ilmu Kepolisian. Ia dianggap layak meraih gelar tersebut melalui penelitian dalam disertasinya guna membangun formula reformasi budaya (kultural) dalam organisasi kepolisian, khususnya di kepolisian tingkat resor sebagai basic police unit yang berhadapan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Sejumlah pakar akademisi kenamaan turut terlibat dalam mensukseskan disertasi ini antara lain, Haryatmoko, yang dikenal banyak menyumbangkan pemikiran kritisnya dalam bidang filsafat, sosial politik, etika dan komunikasi. Haryatmoko mengatakan bahwa karya disertasi ini mampu memberikan solusi konkret.

“Salah satu solusi yang ditelurkan riset promovendus Ahrie Sonta adalah program salute to service,” kata Haryatmoko dalam keterangan yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Program salute to service bisa diselenggarakan oleh pemerintah, pihak swasta atau perusahaan, atau komunitas masyarakat, yakni sebagai simbol rasa terima kasih kepada lembaga kepolisian yang telah menyumbang peranan penting di masyarakat.

“Hal ini membangun hubungan civil societyantara kepolisian dan masyarakat secara lebih baik, sehingga ada kontrol positif masyarakat terhadap potensi tindakan negatif yang dilakukan oleh oknum anggota polisi,” jelas Haryatmoko.

Sementara itu, cendekiawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo, mengatakan bahwa adanya doktor ilmu kepolisian ini harusnya menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi kepolisian.

“Ini bisa menjadi role model polisi masa depan. Pengetahuan dan integritas akademik yang dipadukan dengan kemampuan teknis operasional lapangan akan membuat Ahrie Sonta menjadi model polisi masa depan,” kata cendekiawan yang akrab disapa Kikiek ini.

Ditemui di PTIK, Kikiek yang dikenal juga sebagai pakar Anti Terorisme ini juga mengatakan bahwa Kapolri (Tito Karnavian) yang dirinya juga doktor harus memberi apresiasi.

Sementara itu, pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), J. Kristiadi, yang turut menghadiri sidang promosi doktoral Ahrie Sonta, menilai bahwa disertasi ini membuktikan Kepolisin RI sangat terbuka dengan pemikiran-pemikiran yang konsekuensi dari substansinya adalah reformasi Polri.

“Inti dari keseluruhan disertasi Ahrie Sonta menghadirkan roh yang sangat diperlukan bagi para decision makers dalam mengambil putusan politik. Kajian empirik yang tidak hanya didasari kontemplasi filosofis yang amat mendalam, tetapi juga sekaligus memberikan resep dan solusi yang sangat operasional,” jelas Kristiadi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kekuatan pemikiran seperti ini memberikan landasan berupa dalil-dalil ilmiah yang tidak hanya dihasilkan dari studi empirik.

“Disertasi ini bukan hanya penting dan wajib dibaca karena substansinya sangat relevan dalam konteks Pemolisian Yang Berbudaya, melainkan juga relevan sebagai cakrawala untuk menata tata kelola kekuasaan negara yang berdasarkan kedaulatan rakyat atau demokrasi. Selain itu, disertasi ini juga sangat nikmat dibaca karena akan membawa pembaca tenggelam dalam lautan pemikiran yang amat dalam tentang membanguan kualitas manusia dan perilaku organisasi yang berfungsi melayani masyarakat,” pungkasnya.

Tags:

Leave a Reply