Kepala Desa Tameran Kecamatan Bengkalis Diduga Kangkangi Permendagri No 83 tahun 2015

Bengkalis,otoritasnews.com-Kepala Desa tameran.merasa risih atas kedatangan sejumlah warga nya ke kantor camat Bengkalis,untuk menemui camat Bengkalis Ade Suwirman,guna mempertanyakan atas selama ini banyak kasus yang sering terjadi,di mana seorang yang baru menjabat menjadi kepala Desa sering,menggantikan aparatur desa Tanpa sepengetahuan aparat yang bersangkutan dan tidak menerima SK pemberhentian.

Dalam peraturan menteri dalam negeri dapat di jelaskan “bahwa kepala desa,memberhentikan perangkat desa harus berkonsultasi terhadap camat

Seharusnya nya dalam memberhentikan atau pergantian aparatur desa di laksanakan melalui musyawarah desa yang mengacu kepada peraturan desa yang ada.serta mengacu kepada undang undang.

Hal ini di temukan dan dilakukan oleh seorang kepala desa Tameran (Arifin) di kecamatan bengkalis,yang mana informasi yang di dapat,beberapa orang mendatangi kantor camat Bengkalis menemui camat Bengkalis ADE,terkait tentang perberhentian aparatur desa yang tidak mengacu kepada undang undang,di sebab kan ada dugaan kehilangan dokumen desa tameran yang di curi oleh orang dalam (perangkat desa) langsung menuju dan menjumpai kepala desa Tameran Arifin ke kantor nya setelah menghubungi plt sekdes tameran pak Zakaria melalui telepon seluler nya menanyakan keberadaan kepala desa,hal hasil jawaban sekdes “ada.

Dalam ruang kerja kepala desa tameran Arifin,memulai pembicaraan dan mengatakan konfirmasi apa,dari mana? setelah menunjukkan legilitas sebagai wartawan,di mulailah konfirmasi tersebut.

Di mana dalam ruang kerja nya,kepala desa mengatakan,bahwa benar ada perangkat nya yang mengundurkan diri dengan surat pernyataan yang di buat  saat mengadakan musyawarah atau rapat tutur nya (kades tameran)Arifin mengatakan kepada awak media

Setelah itu”seperti yang kita dapat dari pak Din selaku aparat desa jabatan ketua RT 06 desa tameran,apa benar ada suatu kata  pengancaman yang mengatakan, “Tak tau lah kami lagi mau nolong di kau,kalo tidak besok pagi polisi datang menjemput”, melalui orang pak kades tameran yang di utus dua orang satu dari bpd dan dari lkmd desa tameran sepertii ungkapkan Din melalui tulisan tangan yang di buat nya di sehelai kertas.

Mendengar kata tersebut saat di konfirmasi,kepala desa tameran Arifin merasa meradang, dan mengatakan kalo salah nanti”saya akan tuntut” kamu nya,serta meminta mana bukti bukti yang ada.padahal,saudara Din dengan tertulis mengatakan juga di jemput pada malam hari kurang lebih sekitar jam 11 malam dalam keadaan sakit.

Bisa jadi dan boleh di katakan,bahwa kepala desa tameran bapak Arifin,yang mana udah mengangkangi Permendagri No 83 tahun 2015 ,tentang pengangkatan dan pemberhentian  perangkat desa.

Serta tak sewajarnya nya yang mana kepala desa tameran pak Arifin memanggil saudara Din tanpa melalui surat resmi dari desa tameran untuk di minta hadir esok nya,

Ada apa dengan kantor desa tameran memanggil pada malam hari,di dalam masalah ini seperti nya kepala tidak mengindah kan Undang undang Republik Indonesia no 6 tahun 2014 tentang Desa pada pasal 29 ayat 3.

(Isnadi-red)

Tags:

Leave a Reply