Jelang Pemilu, Kapolres Jakut Berikan Bimbingan Teknis kepada Petugas Pengamanan TPS Tentang Aplikasi Sipitung

Nasional 0

 

Otoritasnews.com – Jelang pelaksanaan pemilu, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi SIK, memberikan bimbingan teknis dan sosialisasi tentang aplikasi Sipitung kepada petugas pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Acara yang dilaksanakan di Lt.2 Gedung Ecovention Ecopark Taman Impian Jaya Ancol Kel. Ancol Kec. Pademangan Jakarta Utara, pada hari Senin (19-04-2019) itu, dihadiri 950 personel pengamanan TPS, dan sejumlah pejabat utama Polres dan seluruh Kapolsek Jajaran.

Dalam kesempatan itu Kapolres Metro Jakarta Utara menyampaikan tentang tugas pokok para petugas keamanan TPS dalam melakukan pengamanan pelaksanaan pemungutan suara di TPS-TPS tersebut.

“Yang pertama kita harus lakukan pengamanan terhadap logistik Pemilu yang akan digunakan pada Pemilu 2019 tanggal 17 April 2019. Dan yang harus kita amankan paling pokok dari logistik Pemilu adalah surat suara,” sambung Kapolres Metro Jakarta Utara.

“Setelah pencoblosan selesai akan dilakukan penghitungan suara yang akan direkap dalam belangko. Rekapan yang harus kita amankan- Tugas kita adalah mengamankan bukan melaksanakan. Yang melaksanakan adalah petugas KPU dan jajaran,” terangnya.

Ia melanjutkan, dalam melakukan pengamanan para petugas tersebut juga harus mengetahui peraturan atau tata cara yang ada dalam pelaksanaan pemungutan suara agar jalannya pemungutan suara dapat berjalan aman dan lancar.

“Kita harus tau dimana lokasi TPS, petugas TPS dan nanti akan ada aplikasi untuk mengetahui lokasi TPS. Kenali kerawanan disekitar lokasi TPS. Kenali Petugas TPS dan ketahui jumlah pemilih, untuk DKI Jakarta kita akan menerima 4 surat suara Presiden, DPR, DPRD dan DPD,” papar Kapolres dihapan ratusan anggota itu.

Selain itu, Kapolres juga menjelaskan tentang perkiraan waktu yang akan ditempuh oleh pemilih dalam pelaksanaan pemungutan suara tersebut. Lebih kurang hingga pukul 14.00 Wib. Dan setiap pemilih DPT saat akan mencoblos harus membawa undangan belangko C6, dan membawa E-KTP.

“Pemilihan dimulai pada pukul 07.00 s/d 13.00 Wib (waktu mendaftar). Apabila pemilih telah mendaftar tapi diatas pukul 13.00 Wib belum memilih masih dapat memilih. Pemilih DPTB perlakuannya sama dengan pemilih DPT namun pemilih menerima undangan belangko berupa A5,” sambungnya.

“Pemilih DPK Pemilih yang menggunakan KTP Elektronik dengan alamat setempat dengan waktu pemilihan atau pendaftaran pada pukul 12.00 s/d 13.00 Wib. Penghitungan surat suara sesuai keputusan MK dapat dilakukan sampai pukul 12.00 Wib hari selanjutnya tanpa terputus,” bebernya.

Oleh karena itu kata dia, setiap petugas juga harus dapat mengatur waktu, khususnya pada jam-jam rawan dimana petugas tidak boleh meningalkan lokasi saat perhitungan suara dilaksanakan. “Setelah penghitungan suara lakukan pengamanan dan mengawal logistik hingga PPK. Lakukan koordinasi dengan KPPS agar dalam pergeseran harus dikawal oleh petugas,” imbuhnya.

Tidak luput juga, Kapolres Metro Jakarta Utara mengingatkan para petugas tersebut agar berdoa dalam pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Mengingat pemilu serentak ini pemilu pertama kali di Indonesia.

“Setelah ini kita akan mengenalkan aplikasi Sipitung untuk mendata perolehan suara guna pengamanan kemungkinan adanya pelanggaran dalam perolehan suara,” tutup Kapolres dilanjutkan dengan pengenalan aplikasi Sipitung.

Tags:

Leave a Reply