Diduga pelaku Penyeludup narkoba jenis shabu seberat 2,31 kg akan minta PK demi meringankan hukumnya

Jakarta, Otoritasnews.com – Bisnis narkoba memang bisnis yang menggiurkan, Indonesia rupanya merupakan pasar terbesar dunia dan sebagai tempat yang empuk untuk menjajakan narkoba kelas dunia, generasi muda, putra-putri terbaik bangsa ini sudah banyak yang jadi korban narkoba, ini adalah bahaya dan ancaman terbesar buat bangsa.

Penyeludupan narkoba dari luar negri pun kian marak, baik dibawa langsung lewat jalur udara maupun lewat paket yang dikirim melalui POS dan Jasa Pengiriman barang. Memang banyak juga yang sudah berhasil di gagalkan karna kesigapan aparat, namun banyak juga yang lolos, terbukti hampir ditiap sudut di banyak kalangan telah kecanduan barang haram ini, dan lagi hampir tiap hari ada saja pengguna yang tertangkap tangan oleh aparat penegak hukum, sampai kapan hal ini akan berlangsung, bisakah aparat bertindak sendirian?, tentu harus masyarakat juga yang ikut turun tangan demi memberantas peredaran narkoba ini, dan itu mutlak harus disudahi adanya penyalahgunaan barang haram yang sudah terlalu banyak memakan korban jiwa.

Sementara rakyat banyak jadi korban dilain pihak para pelaku dan bandar jadi kaya raya dari hasil haramnya ini, akan halnya pelaku yang sudah mendekam di penjara saja masih leluasa dan terus melakukan kegiatan haramnya. Bahkan karena uang yang berlimpah para oknum pun turut terseret dalam lingkaran bisnis haram ini, menilik dari sumber dipercaya sebuah lembaga swadaya masyarakat yaitu LSM LIM yang berhasil mendapatkan info akan adanya upaya-upaya hukum demi meringankan seorang pelaku yang saat menjalani hukuman nya di salah satu lapas kelas satu di Tangerang, berikut penuturan nya kepada kami;

“Seperti kasus penyeludupan Narkoba yang dilakukan oleh warga Negara asing yang bekerja di Indonesia, yaitu kasus pengiriman sabu sabu seberat 2,31 kg yang di kemas dalam bentuk berupa 3 pipa yang di dalamnya ada plastic plastic ukuran kurang lebih 10 cm, berbentuk bulat (titik) dan satu dus kecil yang dikirimkan dari Hongkong melalui jasa Pengiriman DHL-kelapa Gading., Rencana penyeludupan ini dilakukan oleh HOKIN SAM alias SAMHO dan YAP THEAM PHENG alias FRANKIE dibantu oleh Endang Sulistiawati Handayani (Lies), yang bertindak sebagai penerima paket tersebut. Namun dapat digagalkan oleh pihak kepolisian, dan pelakunya dinyatakan terbukti bersalah diputuskan untuk menjalani pidana hukuman kurungan di Lapas Tangerang.

Hukuman kurungan bagi Bandar narkoba seperti SAMHO dan YTP yang diputuskan hakim, sebenarnya masih terlalu ringan mengingat mereka adalah warga Negara asing, seharusnya hakim memutuskan HUKUMAN MATI untuk mereka.. mengingat bahaya yang merusak generasi penerus bangsa ini yang dirusak karna narkoba seperti ini, Hukuman pidana Penjara tidak akan memberikan efek jera bagi mereka dan dapat membuat pelaku lainnya dari luar negri akan terus memasukkan barang haram itu ke negri tercinta ini.. sehingga .. kita akan kebanjiran narkoba terutama jenis sabu sabu dari Luar negri.

Dan Ironis nya.. mereka dengan kuasa uang yang dimilikinya berusaha untuk melakukan upaya hokum untuk membuat ringan hukuman bahkan meminta bebas, dengan berusaha terus mencari celah hokum dengan merekayasa cerita, dan upaya “Menyuap” aparat hokum Negara kita, baik di tingkat Pengadilan dan jajaran lainnya, mereka berfikir bahwa dengan uang mereka bisa atasi semuanya.”

Pada saat ini HOKIN SAM (SAMHO) Cs, yang sedang mendekam di LAPAS Tangerang sedang berupaya dengan berbagai cara, termasuk melakukan PENINJAUAN KEMBALI (PK) ke MA, untuk mendapatkan kebebasan, atau paling tidak mendapatkan keringanan hukuman yang seringan ringannya.. dan menurut sumber yang didapat mereka sedang melakukan upaya Loby dengan Hakim MA, dan akan berusaha mempengaruhi putusan PK yang mereka ajukan dengan uang yang mereka miliki.
H.D. Siregar Ketua LSM – LEMBAGA INFORMASI MASYARAKAT (LIM), ketika dimintai pendapat tentang adanya upaya dari Terpidana SAMHO yang di indikasikan akan melakukan upaya tidak terpuji untuk melakukan loby untuk mempengaruhi hakim dalam keputusan PK nya berpendapat : “Bahwa upaya yang mereka lakukan itu adalah perbuatan Laknat dan tercela karna dapat merusak jatidiri para Hakim di Negara Kita, dan sangat merendahkan citra Mahkamah Agung. Dan Upaya mereka ini adalah melecehkan atau merendahkan citra Lembaga konstitusi peradilan di Negri kita, yang mereka fikir dapat mudah di beli dengan uang mereka… Dan untuk ini kami dari LSM-LIM akan mengawal dengan ketat Upaya Hukum PK yang mereka lakukan, jangan sampai ternodai.. dan Keadilan hokum kita “Terbeli”..
Kami sebagai LSM yang perduli tentang bangsa ini, akan mengawal terus pengajuan PK mereka yaitu yang di ajukan oleh YAP THEAM PHENG alias FRENKIE dengan perkara pidana nomor 1750/pid.sus/2015/pn.tng jo nomor 41/pid/2016/pn.btn jo nomor 1582k/pid.sus/2016 jo nomor 03pk/pid/2018/pn.tng Serta yang di ajukan oleh terpidana HOKIN SAM (SAMHO) dengan perkara pidana nomor. 1751/pid.sus/2015/pn.tng jo nomor 42/pid/2016/pt.btn jo nomor 1580k/pid.sus/2016 dan jo nomor 04pk/pid/2018/pn.tng.

Perkara yang sudah diputus oleh Pengadilan sebelumnya sudah merupakan keputusan yang tepat dan seadil adilnya, walaupun kami sebenarnya masih kurang puas karna seharusnya mereka di vonis Hukuman Mati. Dan jika mereka mau ajukan PK dengan bukti baru sangat janggal menurut kami, karna sudah tentu isi bukti yang dimaksud patut di duga pasti penuh dengan rekayasa, tapi kami yakin bahwa Hakim MA akan cermat untuk itu. Dan akan menolak PK yang mereka ajukan, demikian dikatakan oleh H.D. Siregar ketua LSM-LIM.

Tags:

Leave a Reply