Diduga Dendam Pribadi, Kepala Sekolah MTsS Taratak Teleng Keluarkan Paksa Salahsatu Siswinya Hingga Alami Trauma

Berita, Regional 0

Otoritasnews.com – M Syafi’i, Kepala Sekolah MTsS Taratak Teleng, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, diduga mengeluarkan salah satu siswanya yang bernama Hilma Kurniati tanpa alasan yang jelas, Selasa (08-08-2017).

Akibat dari oknum Kepala Sekolah ini, siswi dari pasangan Syamsuardi dan Ismawat terancam putus sekolah karena menderita trauma mental.

Berdasarkan penuturan Anas paman korban, Hilma dikeluarkan oleh pihak sekolah secara sepihak tanpa adanya alasan yang jelas. Bahkan, Hilma yang saat ini ditampungnya di Riau bersama saudaranya, mengungkapkan bahwa surat pengeluaran yang dikirim oleh pihak Madrasyah, tanpa adanya pertemuan langsung dengan orang tua.

“Pihak keluarga kami merasa terhina dengan perlakuan pihak sekolah ini yang mengakibatkan anak kami mengalami trauma. Ini memang bukan kekerasan fisik, namun dengan perlakuan pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, mental anak kami yang diserang,” terang Anas.

Parahnya lagi, surat yang pengeluaran tersebut hanya ditulis tangan dan dikirikan kepada Hilma melalui teman kelasnya. Anas juga merasakan ada dorangan masalah pribadi yang melatarbelakangi pengeluaran keponakannya.

Dijelaskan Anas, dulu sekitar setahunan yang lalu, orang tua Hilma terlibat masalah perkara tanah dengan Kepala Sekolah MTsS Taratak Teleng M Syafi’i. Hasilnya, berdasarkan putusan pengadilan, orang tua Hilma menang atas perkara tersebut.

“Berkemungkinan masih disebabkan dendam masa lalu dalam perkara tersebut, sekarang Hilma yang menanggung akibatnya. Hal ini tersirat dari poin 3 surat pengeluaran Hilma dari sekolah itu,” jelas Anas.

Ruzi yang juga paman Hilma mengungkapkan, semenjak dikeluarkan, kesehatan keponakannya terganggu, sering melamun dan menangis. Ditambah lahi Hilma belum bisa melanjutkan sekolahnya, karena setelah beberapa sekolah didatangi, Hilma ditolak dengan alasan tidak adanya surat pindah.

“Hilma dikeluarkan secara tidak hormat dan tanpa dilengkapi surat pindah, hingga sekolah lain tidak menerimanya untuk melanjutkan studynya. Saya khawatir ini makin mengganggu psikis Hilma,” tutur Ruzi.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, saat dimintai komentar atas masalah tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya belum mendapat laporan resmi atas kasus ini. Namun dikatakannya, dengan adanya laporan / konfirmasi dari pihak media, ia menyatakan akan membawa masalah ini ke komisi A untuk mendalami masalah tersebut, terkait alasan sebenarnya yang mendorong pihak sekolah mengeluarkan siswa tersebut. (Amel/Paxalle)

Tags:

Leave a Reply